dibalik baris terbelakang tiga dara terdiam
tak bersuara layaknya perahasia yang terbungkam
bertekuk diatas meja dengan kertas penuh rekam
tertegun penuh makna layaknya jarum dalam sekam
ahh…
kupasrahkan rangkaian angka itu dalam pikirnya
menuai hasil penuh tanya dengan amarah yang bergelora
sebongkah kepal rasanya ingin melayang ke arah muka
ku lampaikan benci yang memuncak dalam raga
seperti terdakwa yang siap dihakimi
atas salah yang belum tentu itu terjadi
muak dengan aksi yang penuh konspirasi
seperti hanya dia manusia yang berarti
yaaa…
tapi itulah kenyataan yang harus dilalui
nilai itu hak penuh mereka yang mencari
kualitas ilmu menjadi pertaruhan gengsi
lagi-lagi harus aku yang mengerti
menghormati tiga dara yang bergengsi