kemarin,
dia datang dengan penuh tantang
penuh tanya seakan hendak menyerang
banyak kalimat yang dikarang-karang
padahal fakta itu jelas terpampang
akibatnya,
aku dibenci dan dimusuhi
sebagian mereka nampak mencaci
hanya sedikit dari mereka yang memahami
aku diterpa kegundahan akan situasi
hingga aku,
tersulut emosi
amarah nampaknya sampai batas tertinggi
kerana berbicara tanpa melihat situasi
padahal sibuknya jelas tak dipungkiri
tahukah mereka
aku bertanya kesana kemari
berharap ada jawab yang ku temui
dari sekian info yang menghampiri
ternyata itu hanya sekedar basa basi
dan kini,
mereka datang berbondong-bondong
menanggalkan sikap dan sifat sombong
entah jujur atau sekedar berbohong
yang pasti tiba tanpa penuh songong