ikhlasnya hati lebih sering tak berarti
tulusnya tindak acap kali tak tersibak
semuanya dianggap biasa dan belum bermakna
meski totalitas sudah mencapai titik sempurna....
banyak tuntutan yang harus direalisasikan
namun hak masih belum segera dibereskan
tugas saja yang diberi hingga menumpuk tak beraturan
sedang disebelah mampu ketawa ketiwi keenakan...
salahkah bila adil itu coba dituntut?
atau hanya boleh menggerutu yang seharusnya tak patut
aslikah sikap itu yang sepertinya simpati?
atau hanya sandiwara untuk menyenangkan hati
mungkin santunnya kata sudah tak mampu mengetuk pintu jiwa
atau memang hatinya yang telah tertutupi keindahan dunia
yang pada waktunya harus bergerak dan bersuara lantang
karena mereka coba-coba untuk menantang...