Berdiri mematung disela keramaian.
Memukau bela dalam kesendirian
Terpana menatap dalam kebisuan.
Angin bertiup melambai haru
Memetik asa yang semakin pilu
Jauh diangan diujung sembilu
Membelah resah menjaga kalbu
Menutup keraguan dalam haru
Aku masih seperti dulu
Ingin jauh satukan langkah
menuju angan yang terus berarah
Menghimpun kekuatan yang memanah
Demi tujuan yang tak boleh patah.
Haruskah...?
Jalanku berubah arah....
Karena sebersit amarah
Sebab tak lagi pegang amanah
Yang mestinya jadi ibadah.
.
.
Asaku, 2 Agustus 2019