DP: Sudah Benarkah Anda Bertindak..!!!

mudah mereka berkata bijak
tak semudah ketika diinjak
berharap kami mampu sadari
nyata mereka tak punya hati
katanya kunci hidup tenang
coba-coba untuk dipasang
dalam display picture
nyatanya vonis ngawur
apa dia tak dengar?
masa dia tak lihat?
mungkinkah dia tak ngomong?
yakinkah dia tak cari tau?
sepertinya omong kosong
yang katanya rahasia, udah bolong
vonisnya pun telah mencolong
hak seorang yg slalu menolong
mendzalimi? maybe!!
mengumpat? tak tepat!!
jika belum cukup tau
jangan sekali-kali untuk sok tau
jika belum bijak
jangan coba untuk merusak
pahami sejenak
sudah benarkah anda bertindak!!!

Ketua: Ucapan Tanpa Bijaksana!!

Jum'at berkah
terselip sebuah kisah
memicu sedih dan gelisah
briefing pagi yang diolah
penuh tanda tanya
mengapa?
ada apa?
disisa aksi sang ketua
mempersilahkan tuk bicara
semua terdiam,
hening bak malam
ternyata sedih mengundang
dengan terisak terus berjuang
tak menangis,
walau air mata melukis
kesedihan nampak
kecuali kumpulan perusak
dia pamit untuk pergi
menyambut yang menanti
walau ku pahami hanya ilusi
sekedar tuk menepati janji
namun,
yang diproklamirkan ketua
kecele kata dan bahasa
menutup dengan pernyataan
yang menimbulkan pertanyaan
ada apa?
kata kunci yg tersisa
'keep' yang terus dibuka
ah...
omong kosong
bak tong yang kopong
mungkin hanya aku yang tersadar
dari sekian banyak yg beredar
kerana paham dan menganalisa
ucapan tanpa bijaksana

Menarik Hikmah dari Pemikir yang Terkudeta

hijrah?
dalam situasi yang genting dan susah
satu per satu beranjak demi masa depan cerah
walau dengan sebab yang penuh dengan fitnah
niscaya berujung pada bergelimang berkah

terluka?
tergores oleh tajamnya kata
mengadu dalam ruang penuh meja
diadili layaknya seorang terdakwa
tervonis salah walaupun tak nyata

pola pikir?
tak habis-habisnya terus mengukir
terbiasa bercerita dan terus menyisir
para munafik bersatu untuk mengusir
konspirasi jahat mengkudeta sang pemikir

kini...
bagi para analis akan mengetahui dimana dan siapa
dimana mereka berpijak dan menjalani cerita
siapa sahabat sejati dan kawan penuh dusta
menarik hikmah dari pemikir yang terkudeta

For Me : Tomorrow, Today and Yesterday

kemarin,
satu langkah besar dan putus yang terlaksana
menghancurkan seluruh nilai baik yang ada
kerana setitik nila yang tak jelas bermuara
bertingkah dan berujar tak sewajarnya

konspirasi? mungkin
inspirasi? bisa jadi
esok yang baik jatuh terbalik, maybe
karena putus yg tak bernalar dan berhati

kini,
aku harus berhati dan bertindak selektif
sekedar waspada bukan berarti posesif
kerana kebathilan mulai beraksi aktif
dan kebaikan mulai dinilai pasif

esok,
mungkin dunia ini tak lagi terdidik
tak ada lagi sosok baik dan pendidik
yang ada diktator dan penghardik
yang berjaya, yang culas dan licik

bersiap menerima kemunduran
kerana sekilas terbaca dan berhamburan
tersisa yang besar namun kecil pemikiran
ramai ribut tak bermakna penuh kekosongan

Yang Korban Namun Terhukum Tak Benar

hhhmmm...
pertarungan opini dan kata basa-basi
bak kancah politik yang tak punya hati
hujan bertahun lenyap sekejap tak berarti
nurani itu seakan dan nampak tak ada lagi

aku berdiri dalam dua dilema
berkelana mencari sebab dan jawabnya
menyusun keping puzzle sebuah peristiwa
menelisik boneka dan pelaku utama

masing-masing memiliki alur
plot kisah jelas tak ada yg ngawur
namun akal sehat seperti kabur
s bergaris nampaknya yg menjadi tolak ukur

jika ini adalah langkah terbaik
mengapa tak sampai jauh menelisik?
baru tersadar saat oknum datang mengusik
padahal sebelumnya ada, dan anginpun berbisik

tak ada itu klarifikasi
tak jua tiba notifikasi
semuanya seakan ditutup-tutupi
karena satu kaki telah berpijak di kasta tertinggi

di sisi lain empat sekawan berlaku bodoh
berlagak analis ulung namun tergopoh-gopoh
memutuskan yang nyatanya masih belum putus
karena ujungnya salah itu berpihak pada status

bersabarlah
karena kebenaran akan selalu tetap menjadi benar
dan salah akan terendus meski perlahan dan samar
kembali bangkit, tegak, berlari dan menjadi besar
yakin dirimu mampu berjaya dan terus tegar
for you yang korban namun terhukum tak benar

DUA WAJAH SATU DIRI…!!!




pantas saja kemunduran itu terus terjadi
ketidak beruntungan terus menghiasi
persaingan terus meliputi
mungkin karena ini
DUA WAJAH SATU DIRI…!!!

berperan dalam dua karakter yang dikondisikan
antara protagonis dan antagonis sialan
baik dan licik yang saling bergantian
agar keuntungan tak terlewatkan

sehingga,
arena ini bak hutan liar yang seram
dimana semua berada dalam suasana mencekam
yang diam harus waspada dari penikam
yang ambisius berperilaku kejam

apalagi bila tahta sudah digenggam
pola pikir picik akan sulit diredam
tujuannya pasti sesuatu yang kelam
tak peduli kawan bernasib suram
itulah
DUA WAJAH SATU DIRI…!!!

HANYA MANIS DI BIBIR, PECUNDANG…!!!


            

komputer itu yang membuat muter-muter
sampai-sampai aku dan kawan menjadi lieur
manis-manis berucap namun tak ada yang tertangkap
mudah berkata tapi hilang dalam sekejap

berjanji semudah untuk mengingkari
berujar hanya kata manis yang diumbar
lewat di depan muka seperti terlupakan semua
layaknya manusia yang bersih tanpa dosa

ohh,
mungkinkah karena aku bukan bagian lingkaran?
lingkaran picik yang penuh dengan kesesatan
tak peduli cara yang penting menjadi juara
tak penting meluka agar uang digenggam semua

atau
golongan menghalangi akal sehat
untuk menilai serta melihat
tak peduli mana yang berbakat
apalagi diluar lingkar, pasti disikat

satu kalimat untuk para penjilat
HANYA MANIS DI BIBIR, PECUNDANG…!!!

Satu Kata Untuk Pengecut

sejauh mana mereka ucapkan kebenaran
sedekat itu bermakna sebuah pengingkaran
semua hanya janji manis yang dituturkan
hanya berselang sesaat tanpa pernah mengakui kesalahan

sabdo pandhito ratu tan keno wola wali
kebenaran dari ucapan itu hanya sekedar basa basi
sekedar pemanis ucap yang tak kunjung terealisasi
layaknya pribadi yg tak paham tentang makna sebuah janji

sebatas di mulut,
atau mungkin khawatir bangkrut?
sekedar rapi berbahasa namun sikap kusut
bersapa pun tak ingat apa yg pernah disebut
berpura seperti orang yg sedang kalut
satu kata untuk para penjilat dan pengecut
SALUUTTT...!!!!

Kejayaan yang Tidak Ngawur

seandainya hati itu masih bisa merasa, dan
nalar itu masih mampu menganalisa
apa yang pernah terlaksana selama bertahta
apa yang terjadi saat masih berkuasa...

empat penjuru masing-masing saling memburu
empat tahta berkoalisi bertindak kudeta
hingga satu yang berlaku harus berlalu, dan
sisa satu yang ternyata kini juga tak berlaku...

biar,
mungkin hanya aku yang sedikit tahu
lingkar konspirasi busuk dalam senyum palsu
serangan psikologi yang intens bertubi-tubi
statement picik yang terbina dari nalar yang licik...

lagi dan lagi berandai-andai
seandainya saja langkah itu lurus tak berliku
jika nalar licik itu tak menguasai perilaku
menggores kecewa pada dia, mereka dan aku
yakin semua ini akan tetap pada alur
yang telah dijaga dan diatur
bermuara pada kejayaan yang tidak ngawur

Pergantian Tahta dan Cibiran yang Ada

tahta?
tak ada yang salah tentangnya
dan bila harus merelakannya
tak perlu risau dan gundah gulana
tentang mereka yang menggalau?
ah, biarkan saja tak perlu di pantau
tentang cibiran yang masih tersisa?
anggap saja bonus dari kepercayaan yang ada...

pergantian kekuasaan adalah wajar
tak perlu yang membenci lantas menghajar
berusaha dengan cibiran trus mengganjar
tak ada yang salah sebab tak dikejar...

sayangnya mereka terus meracau
kalimat yg keluar pertanda nalar kacau
pandangan yg disapa pun setajam pisau
semua menggila layaknya orang yg sedang sakau

untuk beliau yg masih bertahan
demi sebuah pengabdian dan kebaikan
abaikan semua bayang buruk yang terus terlintas dalam pikiran
karena anda ada bukan untuk mereka,
tapi untuk pemuda pemudi belia generasi yg melanjutkan

D.aripada W.arnai K.erusakan

sudah berkali aku menganalisa
setiap kata dan sikap yang terbaca
dari sekian interaksi yang terbina
sepertinya lebih dominan omong kosong belaka...

kita semua sama,
sama-sama di bawah
sama-sama bukan pemerintah
tidak ada yang berkuasa
karena aku, kamu dan mereka bukan penguasa
atau bukan pula yang hanya menerima gaji buta

kita semua berkarya
dengan cara dan tugas yang dipunya
bukan hanya duduk manis menghadap meja
dengan tangan diatas tombol S - D - W - A

disaat aku dan mereka bermandi peluh
kau masih duduk dengan tawa yang penuh
seperti tak ada sedikitpun simpati yang terpatri
pantas saja terbuang dari pusaran akademi

cukupkan sudah semua yang coba direkayasa
sudahi pula keluh yang terus diumbar kesini kesana
kedustaan ini itu yang sudah terlanjur terbaca
menjadikan kepercayaan akan hilang dengan sendirinya, dan
bila kondisi masih saja kau irikan
kata terdholimi masih terus kau utarakan
padahal faktanya posisimu yang paling menyenangkan
baiknya kau hijrah dengan aturan yang kau harapkan
Daripada Warnai Kerusakan

Hati-Hati D.E.H

berhati-hatilah dengan para pecundang
yang menjadikan kata keluar dengan gampang
menghalalkan berdusta untuk sesaat jadi menang
demi menutupi kekhilafan yang sempat tertuang
dalam secarik kertas
namun sayang sudah tak berbekas
sehingga tak ada bukti untuk mengupas
apa yang sudah pernah terlintas...
pendusta,
berstandar ganda,
sepertinya cocok ku sematkan tuk dia
yang berlagak pahlawan namun nyatanya lawan
berperan sebagai kawan tapi di belakang berusaha melawan
untuk sebuah eksistensi
berdiri bukan di atas inovasi sendiri...
sadarlah,
segera berubah,
jangan kau tetapkan yang lain terus salah
menuai aman agar tak dipersalahkan
dan aku harus mengingatkan
hati-hati D.E.H

Karena Kita Mau Pergi Kemana?

persekongkolan itu sudah masuk tahap yang mengkhawatirkan
bukan perkara aksi atau kudeta yang akan dilakukan
namun tentang pengaruh yang terus coba diterapkan
demi kepentingan dan kekuasaan suatu golongan

disana hanya sebuah ruang sempit yang dimungkinkan untuk kabur
daripada bertahan dan bersitegang hingga tercebur
kenapa tak kau pergi saja untuk merealisasikan asamu itu?
daripada menyemai benih kebencian yang kian subur

jika ruang ini yang kau anggap sudah tak murni
bukankah perkara mudah kau cari ruang yang lain lagi?
karena di luar sana selalu yang kau bangga-banggakan
tentunya bukan hal sulit untuk kau lakukan pembaharuan

kecuali bila bicara masalah negara
yang kian rusak porak poranda
sulit untuk bisa kabur cari yang sempurna
karena kita mau pergi kemana?

Menggaris yang Putih di Atas Hitam

Dalam setiap asa ada rasa...
Allah ciptakan agar kita punya jiwa
Tuk mampu membaca...
Dalam asa yg kian dicoba
Menggapai taqwa ...
Yang tak setiap orang bisa.
Ada kala Allah cb kita tak tahu
Sebab kita kadang sok tahu...
Hingga tak tahu mn yg hrs tahu.
Tanda kuasanya telah nyata...
Tinggal bagaimana dg kita
Mampukah?
Menggaris digaris hitam yg kelam..?
Mudah melukiskan hitam di atas putih,
Kenapa kau tak coba....
Menggaris dg yg putih di atas yg hitam...
Hingga indah terlihat karena yg tampak bukan lg yg hitam tapi...
Yang PUTIH....

~By : Diana Hasanah~

Coba-Coba Untuk Menantang

ikhlasnya hati lebih sering tak berarti
tulusnya tindak acap kali tak tersibak
semuanya dianggap biasa dan belum bermakna
meski totalitas sudah mencapai titik sempurna....

banyak tuntutan yang harus direalisasikan
namun hak masih belum segera dibereskan
tugas saja yang diberi hingga menumpuk tak beraturan
sedang disebelah mampu ketawa ketiwi keenakan...

salahkah bila adil itu coba dituntut?
atau hanya boleh menggerutu yang seharusnya tak patut
aslikah sikap itu yang sepertinya simpati?
atau hanya sandiwara untuk menyenangkan hati

mungkin santunnya kata sudah tak mampu mengetuk pintu jiwa
atau memang hatinya yang telah tertutupi keindahan dunia
yang pada waktunya harus bergerak dan bersuara lantang
karena mereka coba-coba untuk menantang...

Antara DA, Kebencian dan Himbauan Kebaikan



sepertinya masih bertahan dengan kebencian
namun tetap saja terus bertahan dalam ruangan
suara dan nada-nasa sumbang para gerombolan
pengacau dan perusak setiap titik ketulusan

apakah salah sebuah himbauan kebaikan…?
yang terwujud dalam sebuah kajian keislaman
atau mungkin hatimu semakin ternoda kebencian
hingga sudah tak mampu menganalisa,
menimbang segalanya dengan bijaksana
salah dan benar kau takar sama saja
karena yang menghimbau mereka
para penguasa yang berjaya

tak bisakah dirimu menahan semua
rasa benci yang kian menggema dan menggelora
sehingga mulutmu lebih pandai memilih kata
yang tepat tuk disampaikan kepada sesama

atau
dirimu menyalahkan posisi aku
yang berperan netral diantara mereka dan kamu
yang berusaha seimbang dalam menilai dan menganalisa
tak terpengaruh benci yang selalu kau semai
agar aku ikut-ikut segera menjadi pengikut
agar aku berani-berani mengaku terdzalimi, dan
agar aku terpengaruh supaya semakin keruh

semuanya tak masuk logika dan cara berpikir yang sehat
kebencian yang menyatu dalam hatimu semakin pekat
sehingga kamu tak lagi mampu membedakan
antara kebencian dan himbauan kebaikan


Seenak dan Sesuka Karena Jabatan yang Dipangku

aku muak dengan keadaan
yang masih saja terbohongi keadaan
menipu demi berlangsungnya kejayaan
sudah seperti kebiasaan yang tak terbantahkan

adakah sedikit rasa peduli...?
yang kalian cari peduli yang kami miliki
memerintah sesuka dan seenak hati
tanpa mencoba merasa apa yang terjadi

hingga akhirnya aku berontak
meski tak ku coba untuk teriak-teriak
hanya sedikit sindiran yang terus menyeruak
agar penutup hati mereka segera tersibak

Ahhh...
tapi sepertinya hati mereka telah membeku
tak lagi mampu merasakan apa yang berlaku
seenak dan sesuka karena jabatan yang dipangku
padahal semua hanya sekilas dan semu

Agar Ku Mampu Jadi Pemenang

hari ini,
aku ingin lebih bebas
memikirkan mimpi-mimpi yang sempat terlepas
suasana yang selama ini membuat kandas
kan ku biarkan, dan aku harus lepas landas

sejuta harapan itu sukar terlaksana
bila aku tak memposisikan yang semestinya
selama ini yang ku perjuangkan dalam ruang sana
baru sedikit berbuah sempurna, dan
selebihnya hanya kecewa

curahan semangat yang berkobar siang malam
belum berbuah seperti yang ku harap mampu digenggam
bahkan yang ada hanyalah amarah dan geram
karena mereka memikirkan pribadi,
tak peduli yang lain menuai suram

untuk masa depan yang gemilang
ku pilah semua dengan cemerlang
ku rangkai kepingan mimpi yang sempat hilang
agar ku mampu jadi pemenang

Memperdaya Sekian Pihak

dunia ini penuh kepalsuan nan semu
yang lurus mampu berbelok
yang berbelok mampu lurus
yang hitam mampu menjadi putih
yang putih mampu menjadi hitam
ketepatan dan kebenaran dalam berinteraksi
mampu menjadi sebuah inspirasi
dikala keliru dalam menetapkan sahabat
menjadi sebuah masalah dan penghambat
bukan makna yang hakiki
hanya bagi para pemberani
yang mampu menganalisa
dengan hati dan tanpa rekayasa...
kekacauan timbul dan silih berganti
menjadi penghias berwarna-warni
hanya saja kita harus mampu menetapkan
sekian kebaikan yang terserak dalam kericuhan...
rasanya aku mulai muak dengan ketimpangan
yang terus dan masih terus diterapkan
membudaya dan terus meraih keuntungan sepihak
meski harus menipu dan memperdaya sekian pihak yang berhak

Menjadi Insan yang Hebat

Aku bersandar dalam ruang nyaman
Penuh kenikmatan dan keindahan
Bukan tentang dunia yang berhambur kemewahan
Tapi rumah Tuhan yang sedang ku ceritakan

Sejenak melepas lelah dan penat
Atas situasi yang masih menghambat
Cita dan asa yang masih terus tertambat
Dalam ruang yang penuh aksi sikat menyikat

Ku berserah
Ku berpasrah
Pada Yang Maha Pemurah
Atas apa yang menjadi kisah hidupku
Sedih, tawa, kecewa dan bahagia
Silih berganti terus menyapa
Coba ku nikmati sebagai bagian dari cerita
Walau sesekali aku seperti mereka,
Mengeluh,
Menyalahkan, dan
Mengecewakan
Namun semua coba ku netralisir
Dengan keyakinan yang selalu ku ukir
Terus menganalisa dan berfikir
Bahwa semua merupakan takdir
Agar kita lebih kuat, dan
Menjadi insan yang hebat

Agar Tak Hilang Itu Keberkahan

kalian adalah pembual ulung,
merasa terdzalimi oleh mereka yang berkuasa
tapi kalian masih bertahan di tempat yang sama
terdzalimi atau sengaja untuk didzalimi?

menebar kebencian disana sini
penuh kemunafikan dan kepalsuan
hingga sebagian dari mereka terperdaya, dan
mengikuti langkah yang merasa tak salah

sampai kapankah kalian berlawanan
antara fakta dan realita yg tak sejalan
apakah hingga hilang itu keberkahan?
atau hingga semua tunduk pada yg kalian ajarkan?

tolong diralat jika aku keliru
jika kalian masih ingin terus bertahan
berjalanlah dan ikuti aturan main yg ditetapkan, namun
jika kalian terus bergerilya memupuk kekuatan
lebih baik bergegas merapikan segala kewajiban
agar tak hilang itu keberkahan

Yang Penuh Keberkahan



berjaya,
dalam keterpurukan yang melanda
kondisi dan situasi yang berbahaya
tanpa kepastian realisasi cita-cita
harapan sekedar harapan hampa

haruskah bertahan
dalam kecukupan yang pas-pasan
upah itu hanya sekedar lewat dan berjalan
belum ada yang mampu besar disimpan
baru sekedar sisa-sisa pendapatan

ingin rasanya berhijrah
namun apakah yakin akan betah…?
khawatir memilih jalan yang salah
dan hanya memindahkan lelah

Tuhan,
tunjukkan dan berikan jawaban
dari pilihan-pilihan yang disediakan
dan tuntun aku ke jalan
yang penuh keberkahan


Demi Mereka Generasi Penerus Bangsa



sebuah pertarungan dingin masih berlanjut
memobilisasi massa yang netral tak ikut-ikut
mempengaruhi dengan opini yang samar dan berkabut
demi tahta yang masih berusaha untuk direbut

dan aku,
berada diantara mereka yang sedang bertarung
dua kubu berusaha beropini agar lekas didukung
situasi ini kurang bersahabat, membuat terkurung
pribadi yang non blok kini malah menjadi bingung

berbagai kepentingan melandasi usaha mereka
situasi terbaca, uang yang mendasari itu semua
karena dengan tahta, harta mudah tuk diterima
tanpa peduli siapa yang letih dan merana

duhai dua kubu yang bertikai
dalam diam dan terus merangkai
soliditas yang mulai tak terbingkai
bersatulah dan memilih jalan damai
bukan demi aku, kamu atau mereka, tapi
demi mereka generasi penerus bangsa

Tentang Blog Ini


Laman

Pages

Popular Posts

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "